Kurikulum Filsafat Matematika

Komunitas Belajar Filsafat Matematika (KBFM) mengimplementasikan pola pembelajaran matematika untuk siswa / siswi SD dan SMP bertumpu pada pembelajaran matematika menggunakan logika sehari-hari.

Implementasi ini tetap dan selalu berpedoman pada KTSP 2007 dan berlandaskan pada:
  • UU Republik Indonesia, Nomor 20 Tahun 2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
  • Permendiknas No. 22/2006 Tentang STANDAR ISI
  • Permendiknas N0. 23/2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
  • Panduan Penyusunan KTSP Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan)
Kurikulum yang diterapkan oleh Komunitas Belajar Filsafat Matematika SAMA dengan kurikulum yang diimplementasikan di sekolah-sekolah dasar (SD) dan SMP di seluruh Indonesia.

Penyampaian materi pelajaran matematika menjadi sangat menarik dan kaya khasanah penemuan konsep dan rumus-rumus matematika dasar sehingga siswa sangat menyukai dan menumbuhkan semangat eksplorasi dunia angka, bilangan dan konsep matematika yang lebih rumit.

Penyampaian suatu materi pelajaran matematika menjadi lebih lama dibandingkan penyampaian materi dengan metode biasa (konvensional). Namun, dengan implementasi filsafat sebagai latar belakang lahirnya suatu konsep matematika, maka setiap siswa DIJAMIN mampu dan mau mempelajarinya sampai tuntas dan mencintai matematika dengan lebih mendalam.

Apa efek yang ditimbulkan dari implementasi filsafat matematika pada pelajaran matematika di sekolah? Sudah pasti, nilai pelajaran matematika akan meningkat. Bukan itu saja, kecintaan siswa pada pelajaran matematika menjadi lebih nyata dan jauh dari abstrak (bisa menjawab soal tapi tidak memahami konsepnya!)

Di Komunitas Belajar Filsafat Matematika setiap materi dan konsep matematika diajarkan dengan berpedoman pada prinsip berikut:
  • Prinsip Kegiatan
  • Prinsip Nyata
  • Prinsip Bertahap
  • Prinsip Saling Menjalin
  • Prinsip Interaksi
  • Prinsip Bimbingan (penemuan terbimbing)
Sedangkan kompetensi yang dikembangkan dalam Komunitas Belajar Filsafat Matematika adalah:
  • Refleksi
  • Konstruksi
  • Narasi
Untuk mengimplementasikan prinsip dan kompetensi Filsafat Matematika ditempuh strategi belajar melalui 5 langkah:
  • Pengenalan Insani (matematika dan manusia Ulul Albab)
  • Bimbingan Terpadu (penemuan terbimbing)
  • Strategi Logika (nalar) terpadu
  • Pengembangan Nalariah Realistik
  • Logika Asa
Inilah 5 langkah strategis yang diterapkan pada setiap pembahasan materi atau konsep matematika. Untuk mengimplementasikan hal itu semua maka KBFM menerapkan sistem belajar 123 (1 kelas 2 siswa 3 guru). Dengan pendekatan 5 langkah strategis ini pemahaman konsep matematika oleh siswa dapat mencapai 95%. Dan lebih hebatnya lagi... siswa TIDAK MUDAH LUPA atas konsep matematika yang telah dipelajarinya.

Pendidikan matematika di KBFM ditempuh dalam 12 bulan (2 semester) untuk masing-masing kelas formal, sbb:

Tingkat SD
  • Kelas 1, 2 semester
  • Kelas 2, 2 semester
  • Kelas 3, 2 semester
  • Kelas 4, 2 semester
  • Kelas 5, 2 semester
  • Kelas 6, 2 semester

Tingkat SMP
  • Kelas 7, 2 semester
  • Kelas 8, 2 semester
  • Kelas 9, 2 semester

Pada setiap semester (ganjil dan genap) seluruh materi pelajaran matematika disampaikan dengan pendekatan Filsafat Matematika untuk mengeksplorasi kemampuan dan penguasaan matematika siswa. Iuran belajar per siswa adalah Rp. 150.000,- per bulan dengan jumlah waktu belajar tak dibatasi. Minimal durasi yang harus diambil oleh seorang siswa adalah 19 jam per bulan.

Pada setiap kelompok belajar berdasarkan kelas formal terdiri dari 2 murid dan 3 guru. Sistem ini di KBFM dikenal sebagai sistem belajar 123, yaitu 1 kelas 2 siswa 3 guru.

Sebelum seorang siswa diterima sebagai anggota KBFM, harus melalui 2 proses observasi. Yaitu observasi Logika Umum dan Logika Matematika. Observasi siswa bukan test penempatan! Observasi ini hanya dikenakan untuk siswa kelas 3 hingga kelas 9. Untuk siswa kelas 1 & 2 dilakukan observasi Fundamental Logika Aritmatika (menggunkan 10 jari tangan & 10 jari kaki)

Semoga dengan memahami matematika melalui "filsafat matematika" setiap siswa akan berpikir:

"Jika karena Al Khawarizmi dunia mengenal Al jabar, karena aku dunia mengenal apa?"

Wass. Wr. Wb.

Ana S. Nurhasanah
Ketua Komunitas Belajar Filsafat Matematika
081334207060





Δ TOP